Anggota DPR Andre Rosiade Diduga Sengaja Jebak PSK di Hotel

Women's Crisis Center Nurani Perempuan Sumatera Barat menduga tersangka prostitusi online, pekerja seks komersial (PSK) N (27) telah dijebak dalam penangkapannya yang melibatkan anggota DPR Andre Rosiade, Minggu (26/1/2020) lalu. "Dari kronologi yang kami dapat dan keterangan langsung N yang kami temui di Mapolda, kami menduga dia sudah dijebak," kata Plt Direktur Women’s Cricis Center Nurani Perempuan, Rahmi Merry Yenti yang dihubungi Kompas.com, Kamis (6/2/2020). Karena dugaan itu, menurut Rahmi, pihaknya memberikan dukungan untuk N karena wanita itu diduga menjadi korban, bukan pelaku.

Dukungan itu berupa pendampingan dan menggalang petisi di situs charge.org mendesak Polda Sumbar untuk membebaskan tersangka. "Untuk petisi sudah ada sekitar 370 lebih yang tanda tangani. Namun, kita akan dampingi tersangka dalam menjalani kasusnya," jelas Rahmi. Rahmi mengatakan karena adanya dugaan penjebakan dalam kasus itu, pihaknya berencana melaporkan Andre ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan tim advokasi untuk melihat peluang apakah ada jalur hukum yang bisa ditempuh untuk menjerat Andre," kata Rahmi. Sebelumnya diberitakan baik polisi maupun Andre membantah melakukan penjebakan. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto penggerebekan itu sudah sesuai prosedur.

"Enggak lah (dijebak, red) karena semuanya ada prosesnya," kata Stefanus Stefanus menjelaskan, kronologi penggerebekan itu berawal dari adanya laporan dari Andre Rosiade terkait adanya praktik prostitusi online di salah satu hotel berbintang di Padang. Setelah mendapatkan laporan itu, Polda Sumbar menurunkan tim siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang dikomandoi Panit II Unit V Ditreskrimsus AKP Indra Sonedi.

"Kemudian polisi melakukan penggerebekan di hotel tersebut dengan mengamankan pria yang diduga mucikari AS (24) dan wanita N (27) sebagai pekerja seks komersialnya," kata Stefanus. Di bagian lain, Andre juga membantah dirinya menjebak PSK itu. "Jadi tidak benar saya melakukan penjebakan kepada PSK itu. Yang memesan adalah warga yang melaporkan adanya prostitusi online, kemudian polisi perlu bukti dan akhirnya warga itu memesan dan kemudian digerebek," jelas Andre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *