var id = "fd4da3c12d02252124bc25ad2299e245409ce273"; ?php body_class(); ?>>

Bermula Dari Niat Baik Korban Beri Tumpangan Pada Pelaku Kasus Pembunuhan Siswa SMP di Deli Serdang

Orang ditangkap aparat kepolisian terkait kasus pembunuhan Nick Wilson, siswa SMP Negeri 2 Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam kasus tersebut, Masri (25) warga Kecamatan Galang, menjadi pelaku utama pembunuhan. Ia ditangkap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Berdasarkan hasil pengembangan, polisi menangkap dua tersangka lain yakni Eko (34) dan Bowo (27). Keduanya itu merupakan warga Kecamatan Tanjung Morawa. Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi menyebut Eko dan Bowo memiliki peran yang berbeda.

Setelah pelaku utama Masri mengambil sepeda motor Jupiter Z BK 3978 SU kemudian diserahkan kepada Eko untuk dijual kepada Bowo. Meski sudah berpindah pindah tangan saat ini sepeda motor tersebut belum berhasil ditemukan polisi. "Sepeda motornya sudah dijual kepada orang lain lagi dengan harga Rp 2 juta. Penjualannya melalui media sosial oleh B dan saat ini masih kita kejar pelakunya. Identitasnya sudah kita ketahui," ujar Yemi Mandagi Rabu, (2/9/2020).

Didampingi Kasat Reskrim Polresta, Kompol Muhammad Firdaus, Yemi menambahkan kalau motif dari kasus pembunuhan ini adalah sebenarnya dendam. Disebut kalau tersangka Masri dendam kepada korban karenakan abang korban sering memfitnah atau mengatai orang tua tersangka. Kediaman orang tua tersangka dituding sering dijadikan tempat pengguna atau pengedar narkoba.

Dalam hal ini pihak kepolisian menggunakan pasal 340 Subsider pasal 338 Subsider pasal 365 KUHP untuk Masri dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. "Kalau untuk tersangka E dan B kita sangkakan dengan pasal 480. Walaupun saat ini sepeda motor korban belum kita temukan tapi saya rasa bukti bukti yang sudah kita amankan sekarang ini sudah cukup. Jadi korban ini dibunuh dengan cara dipukul kepalanya menggunakan batu dan diinjak juga. Kemudian dimasukan dalam karung dan dibuang di sungai," kata Yemi. Saat dihadirkan dihadapan wartawan ketiga tersangka yang mengenakan topeng untuk penutup wajah hanya tampak diam.

Bahkan saat itu Masri tidak berani menatap sorotan kamera wartawan dan lebih banyak menundukkan kepala. Dari beberapa barang bukti yang ditunjukkan polisi kepada wartawan batu sungai yang paling banyak menjadi perhatian. Muhammad Firdaus mengatakan batu sungai tersebut mempunyai berat 15 kilogram.

Sebelumnya batu itu ditemukan tersangka di sekitar lokasi pembunuhan dekat pinggir sungai. Selain digunakan untuk memukul kepala korban agar tewas juga dijadikan pemberat di dalam karung. "Jadi pada tanggal 15 Agustus itu korban bertemu di jalan dengan pelaku yang sedang jalan kaki. Pelaku saat itu membawa karung dan tali untuk mengambil ubi di kebun," katanya.

Melihat pelaku berjalan kaki, korban pun menawarkan diri mengantarnya. Namun, saat diperjalanan pelaku meminta untuk berhenti sebentar. "Di situlah pelaku menghabisi nyawa korban dimana yang pertama menjerat lehernya terlebih dahulu baru kemudian di incak baru kemudian dipukul pakai batu," kata Muhammad Firdaus.

Korban sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus karung di aliran Sungai Merah, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (19/8/2020). Saat itu korban pergi dari rumah untuk membeli sarapan dengan menggunakan sepeda motor. "Tanggal 15 itulah dia pergi terakhir dari rumah. Pamitnya mau beli sarapan, tapi enggak pernah balik lagi," ucap Mirawati di kediamannya dusun IV, Desa Ujung Rambe, Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (22/8/2020).

Mirawati tidak menyangka bila kepergian putrannya tersebut menjadi kali terakhir dirinya bertemu dengan korban. "Belum mandi sebenarnya dia saat itu. Dia mau beli sarapan untuk dirinya sendiri. Dari rumah tidak ada bawa baju ganti ya biasa saja," kata Mirawati. Penemuan korban bermula saat seorang warga bernama Suhartono, Rabu (19/8/2020) datang ke sungai sekira pukul 11.30 WIB.

Tujuan Suhartono saat itu untuk mengambil pasir. Saat tiba di sungai, ia mencium bau busuk. Kemudian, ia pun berinisiatif mencari sumber bau tersebut.

Saat itu, orang yang pertama ditemui Suhartono bernama Lewi Junaidi dan Rio, buruh pemanen sawit. Saat itu, mereka kembali ke sungai untuk mengecek apakah mayat manusia atau hewan. "Setelah dicek kembali ternyata mayat manusia," kata Suhatono.

Saat ditemukan mayat korban berada di dalam karung yang terikyat dan kondisi wajahnya sudah hancur. Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus mengatakan saat ini pihaknya masih terus memeriksa saksi saksi guna mengungkap kasus tersebut. Selain pihak keluarga, penyidik juga meminta keterangan teman teman korban.

"Motif sementara dirampok karena berdasarkan keterangan ibunya dia keluar dari rumah dengan menggunakan sepeda motor (Yamaha Jupiter Z). Inikan fakta fakta dan saat kita temukan sepeda motornya juga tidak ada. Makanya kita simpulkan sementara motifnya perampokan," ucap Muhammad Firdaus. Meski begitu, ia tak memungkiri adanya dugaan motif dendam di balik pembunuhan Nick Wilson. Dugaan ini mencuat lantaran jasad korban ditemukan dalam karung di aliran sungai merah Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa.

Korban dalam keadaan terikat di dalam karung. Bagian kepala berada di luar, sedangkan bagian leher hingga kaki terbungkus di dalam karung. "Dendam bisa jadi dan bisa sajalah. Karena kondisinya saat ditemukan seperti itu (terbungkus). Yang jelaskan motif lainnya ingin menghilangkan jejak juga pelaku ini. Karena di dalam karung itu jugakan ada pemberatnya (batu) dibuat supaya tidak ditemukan lagi dia," kata Fidaus.

Karena pelaku ada niat untuk menghilangkan jejak, sambung Firdaus, maka tidak menutup kemungkinan pelakunya adalah orang dekat atau orang yang dikenal korban. "Ya perampok ini kadang ada yang mau meninggalkan korbannya begitu saja tapi ada juga yang memang mau menghilangkan jejak. Ya (karena menghilangkan jejak kemungkinan orang dekat) bisa saja. Betul itu. Mohon doanya lah," kata Muhammad Fidaus. Sementara itu, isak tangis keluarga pecah ketika jenazah tiba di rumah duka Minggu siang.

Sebelumnya jasadnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan proses autopsi. Tidak lama sampai pihak keluarga pun langsung memakamkan jasad korban di pemakaman muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *