Berseragam Indihome, Kawanan Ini Curi Kabel Sepanjang 1.000 Meter di Sleman

Satuan ReskrimPolresSleman mengamankan komplotan pencuri kabel milik PTTelkom. Tidak tanggung tanggung pelaku ini berpura pura sebagai pegawai PTTelkomlengkap dengan seragam bertuliskan Indihome. KapolresSlemanAKBP Anton Firmanto menjelaskan, kejadian ini berlangsung pada 23 Juni di wilayah Margorejo, Tempel sekitarpukul 14.00.

"Modus operandi berseragam Indihome, yang sedang memperbaiki jaringan telkom," jelasnya saat konferensi pers Selasa (30/6/2020). Aktivitas pemotongan kabel oleh pelaku ini dicurigai oleh warga, yang kemudian melaporkan hal tersebut ke PTTelkom. Dan ternyata setelah dilakukan pengecekan, PTTelkomtidak pernah mengeluarkan surat tugas pemotongan kabel tersebut.

Laporan itupun diteruskan kePolresSlemanyang langsung melakukan penyelidikan. Pengungkapan kasus ini tak berlangsung lama, satu jam setelah laporan polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku di lokasi kejadian. Mereka tertangkap tangan tengah memotong kabel.

Lima orang pelaku diamankan, yakni berinisial AJB (48) warga Berbah Sleman, PB (28) dan MNQ (18) warga Bantul, CC (27) dan S (27) keduanya merupakan warga Demak, Jawa Tengah. Dari hasil interogasi, ternyata tersangka AJB adalah mantan pegawai PTTelkomyang telah keluar pada 2019 lalu. "Salah satu tersangka pernah bekerja diTelkom, tapi sudah keluar. Jadi ketika sudah tidak kerja, dia praktikan bersama kelompoknya," imbuh Kapolres.

Selain baju bertuliskan Indihome, dari tangan para pelaku ini, petugas juga menyita beberapa alat seperti tang, gergaji yang digunakan untuk memotong kabel. Barang bukti lainya kabel udara sepanjang kurang lebih 1000 meter. Atas perbuatan para tersangka ini PTTelkommenderita kerugian ratusan juta rupiah.

"Rencananya tembaga kabel ini akan dijual. Kami akan mengembangkan kasus ini, karena dimungkinkan mereka ini tak hanya beraksi sekali. Dan kami juga akan menelusuri siapa penadahnya," terangnya. GM PT Telkom Kantor Wilayah Telekomunikasi Yogyakarta,Fera Febrayanti mengucapkan terima kasihnya atas bantuan Polres Sleman yang menggagalkan pencurian dan menangkap para pelaku. "Kita tahu bahwa PTTelkomadalah milik negara, dan asetnya juga milik negara. Maka dengan ini Polri turut membantu mengamankan aset negara," ujarnya.

Ia pun berharap seluruh masyarakat turut menjaga aset negara, agar tak ada kerugian yang ada dialami negara, terlebih tak merugikan pelanggan. Karena dengan kejadian seperti ini, yang merugi dan terkena dampaknya adalah pelanggan itu sendiri. "Karena kami mendistribusikan internet untuk membangun Indonesia di bidang teknologi dan sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih saat ini banyak masyarakat memanfaatkan jaringan internet untuk bekerja dan belajar dari rumah. Kasihan kalau pelanggan mengalami gangguan," ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *