Curhat Kocak Tak Bisa Lagi Tulis Nama Idolanya Denny Cagur Singgung Polemik Kata ‘Anjay’

Komedian Denny Cagur ikut mengomentari soal polemik penggunaan kata 'anjay'. Sebelumnya, kata anjay memang ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Bermula dari YouTuber Lutfi Agizal yang memperkarakan kata tersebut.

Lutfi mengaku miris ketika mendengar anak anak Indonesia berbicara dengan kata tersebut. Dirinya berpendapat kata "anjay" bisa merusak moral bangsa karena merupakan plesetan dari kata hewan anjing. Polemik berlanjut saat Lurfi kemudian mengadu ke Komnas Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan meminta ada pengkajian terhadap penggunaan kata tersebut.

Hal itu lantas ditanggapi oleh pihak KPAI. KPAI melalui pers rilis mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kata 'anjay' Menurut Arist, hal tersebut dilarang dalam Undang undang perlindungan anak karena ada unsur merendahkan martabat.

Arist mengungkapkan siapapun bisa dipidana jika melakukan perbuatan tersebut. Sementara perspektif kedua, kata anjay diperbolehkan jika digunakan untuk mengekspresikan pujian atau penyampaian rasa kagum terhadap sesuatu. "Tetapi kalau menggunakan kata anjay itu adalah pujian satu penyampaian rasa kagum dan tidak dilatarbelakangi dengan istilah menggunakan salah satu binatang, itu oke oke saja karena itu merupakan hak ekspresi setiap orang termasuk anak anak," ucap Arist.

Tak disangka, perkara anjay ini akhirnya justru melebar hingga mendapat pro dan kontra masyarakat. Sejumlah artis Indonesia pun sampai ikut menyinggung dan justru mempopulerkan kata anjay. Salah satunya yang menanggapi dengan candaan adalah Denny Cagur.

Melalui akun media sosial Instagramnya, suami personel Cagur ini mengunggah foto dua tokoh, yakni Sanjay Dutt dan Kevin Sanjaya. Denny menyebut, lantaran kata anjay kini dipermasalahkan, ia takut tak bisa menulis dua nama tokoh itu. "Hiks.. sedih, jadi gak bisa nulis nama idola dengan lengkap," tulis Denny sebagai sindirian.

Unggahannya itu pun langsung menuai respons dari rekan artisnya. "Saya ingin menyudahi pembahasan kata anjay ini di konten Youtube saya," jelas Lutfi Agizal. Pernyataan tersebut diungkapkan Lutfi dalam sebuah video yang ia unggah di kanal YouTube nya yang berjudul "Klarifikasi: AKhir Kisah Anja*y.. "Bahasa Menunjukkan Bangsa".

Sadar mendapat sorotan yang kuat, kini Lutfi pun menyatakan akan menghentikan pembahasan kata anjay dan tak akan meneruskannya. "Dikarenakan terjadi banyak hal dan banyaknya masukan kepada saya, saya tentunya tidak ingin mempermasalahkan dan menjadikan ini sebuah masalah yang jauh lebih besar," ungkap Lutfi dalam pernyataanya. Ia sudah tak mau ikut campur jika nanti kedepannya ada instansi, LSM atau lembaga pemerintahan yang melanjutkan pembahasan tentang kata anjay itu.

"Apabila ada instansi ada LSM atau lembaga pemerintahan yang ingin melanjutkan untuk mengkaji atau membahas mengenai fenomena yang viral ini, saya kembalikan kepada pihak pihak tersebut, namun saya pribadi sudah tidak akan membahas ini lagi," terangnya. Setelah pembahasannya bersama dua narasumber, Lutfi menyadari jika kata anjay adalah kata yang bersifat multitafsir. "Demi kenyamanan kita bersama dikarenakan setelah saya rilis dari dua narasumber ini terdapat dua hal yang saya tangkap, yaitu kata anjay ini memiliki multi tafsir yang bisa diartikan A dan bisa diartikan B," kata Lutfi.

"Namun juga penggunaan kata kata ini harus melihat pada kondisi tujuan untuk melihat kalimat tersebut, tentunya bisa kalimat positif bisa juga untuk menyakiti ataupun hal negatif," sambungnya. Lutfi pun minta maaf jika konten yang ia buat tersebut malah menjadikan permasalahan dan menyakiti hati pihak lain. "Maksud dari tujuan saya untuk mengangkat konten edukasi ini bukan untuk memecahbelahkan bangsa ini, justu saya hadir ini hanya untuk memberikan sudut pandang yang lain, kalau dirasa menjadi sebuah permasalahan menjadi hal yang menyakiti hati, saya dan tim saya mohon maaf sebesar besarnya," tuturnya.

"Dan apabila kalian ingin tetap menggunakan kata kata tersebut, saya mohon untuk dapat digunakan di tempat yang tepat, semoga tidak ada orang yang merasa tersakiti dengan kalimat kalimat ataupun ucapan ucapan yang kita omongkan," terang Lutfi. Simak videonya di bawah:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *