var id = "fd4da3c12d02252124bc25ad2299e245409ce273"; ?php body_class(); ?>>

Deepika Padukone Dipanggil Polisi Terkait Kasus Dugaan Narkoba Terbaru dari Kasus Rhea Chakraborty

Bintang Bollywood Deepika Padukone dipanggil kepolisian untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan skandal narkoba Rhea Chakraborty dan kasus bunuh diri aktor Sushant Singh Rajput, Rabu (23/9/2020) malam. Mengutip , hasil inverstigasi menunjukkan Rhea Chakraborty ditangkap atas dugaan membeli narkoba untuk mantan pacarnya, Sushant SIngh Rajput, yang ditemukan tewas di apartemennya di Mumbai, Juni 2020. Kematian Sushant Singh (34) menimbulkan perdebatan tentang kesehatan mental industri dengan nilai miliaran dolar tersebut.

Muncul teori konspirasi yang menyebut Sushant meninggal karena depresi yang dia rasakan. Tetapi keluarga Sushant membantah laporan bahwa dia menderita depresi dan menuduh Chakraborty (28), mencuri uangnya dan mengganggunya. Lebih jauh, media di India diterjang badai pemberitaan yang terus menerus terkait kematian Sushant.

Seruan untuk penyelidikan digemakan masyarakat India karena menemukan kemungkinan ada mafia narkoba Bollywood di balik insiden itu. Saluran televisi India juga berspekulasi Rhea Chakraborty mendorong Sushant untuk melakukan aksi bunuh diri dengan membeli ganja untuk sang kekasih. Banyak orang bertanya tanya apakah pemberitaan tentang Sushant dan Rhea merupakan pengalihan isu yang lebih penting pada saat India mengalami krisis nasional?

Melaporkan, analis menyebut, media mulai terobsesi pada Sushant sejak Juni 2020 ketika dia ditemukan tewas di apartemennya. Dari penuturan polisi Mumbai, aktor berusia 34 tahun itu diidentifikasi meninggal karena bunuh diri. Secara terpisah, beberapa host populer di televisi India menyatakan, Chakrabory bersalah atas skandal ini.

Editor media The Print , Shailaja Bajpai mengatakan, tak ada yang bisa menyaingi reality show, "semua orang terpaku pada perangkat TV mereka". Skandal Chakraborty menjadi semakin panas saat India menghadapi sejumlah masalah kritis. Senin (7/9/2020) lalu, pemerintah merilis angka PDB yang mengkhawatirkan.

Dalam tiga bulan hingga akhir Juni 2020, ekonomi India berkontraksi sebesar 23,9 persen. Penururan ini tercatat sebagai yang terburuk sejak 1996 ketika negara itu mulai merilis data kuartalan. Sebagian besar penurunan disebabkan oleh pandemi virus corona yang melanda negara itu.

India sekarang memilikijumlah kasus terkonfirmasi terbesar keduadi dunia setelah Amerika Serikat. Sementara itu, ketegangan di perbatasan yang disengketakan dengan Chinajuga lebih buruk daripada sebelumnya sejak 1960 an. Tetapi sebagian besar saluran berita televisi hanya mencurahkan sedikit waktu untuk masalah ini.

Ketika seorang panelis di satu saluran berusaha membahas ekonomi, seketika langsung dibantah. "Saya ingin mencatat kejijikan saya yang mendalam pada hari PDB telah menyusut 23,9 persen," dia memulai. Pembawa acara memotongnya singkat: "Anda tidak perlu menjadi bagian dari debat ini jika Anda merasa sangat menjijikkan. Jangan buang waktu kami, waktu Anda, waktu bangsa, waktu pemirsa, dan waktu saya," teriaknya.

Ada juga pertunjukan teatrikal serupa di saluran lain. Pembawa acara memberi tahu pemirsa berulang kali, kematian bintang itu adalah "kisah terbesar" di zaman kita. Pada hari Selasa, setelah penangkapan Chakraborty, seorang presenter menyombongkan diri, saluran mereka telah menghabiskan 2.000 jam untuk cerita tersebut.

Jadi mengapa kematian Sushant mendapat begitu banyak perhatian, dan Chakraborty begitu difitnah? Menurut pandangan analis, alasan mengapa kematian Sushant Singh Rajput dan skandal Rhea Chakrabory ramai diberitakan adalah politik. Dia menunjukkan, saluran yang paling memperhatikan berita adalah saluran yang bersimpati kepada Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP).

"Pemerintah senang karena tidak ada yang mempertanyakan mereka tentang ekonomi, PDB, kehilangan pekerjaan, dan meningkatnya angka virus corona," ungkap Bajpai, jurnalis The Print. Juga, menurutnya, secara komersial masuk akal bagi saluran TV untuk meningkatkan rating mereka dan pendapatan iklan yang melimpah. "Ratingnya terus naik karena penonton voyeuristik menjilat setiap putaran dan putaran dalam cerita. Jadi saluran tetap menggunakannya," tambah Bajpai.

"Tapi kita juga harus menghadapi 'gajah' di ruangan, apa yang dikatakannya tentang masyarakat kita?"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *