Fakta Pelecehan Seksual Halte UIN Ciputat, Kejiwaan Normal, Pelaku Minum Obat Kuat Sebelum Beraksi

Pelecehan seksual kali ini terjadi di Halte UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Seorang pria berinisial AW (41) tiba tiba mengeluarkan kemaluannya pada Rabu 11 Maret 2020 lalu. Kini AW telah diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.

Menurut keterangan Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB. Pelaku eksibisionis zaman sekarang semakin nekat. Mereka berani melakukan tindakan pelecehan seksual di tempat umum.

Bahkan pelecehan tersebut mereka lakukan pada jam jam ramai orang beraktivitas. Termasuk tindakan yang dilakukan oleh AW ini ia lakukan di depan Halte UIN Ciputat, dimana beberapa wanita sedang menunggu bus. Korban bernama RA kala itu sedang menunggu bus di Halte UIN Ciputat bersama teman temannya.

"Pada saat korban duduk di halte itu, ada tersangka juga yang sedang duduk di halte tersebut," kata Endy saat di Polsek Ciputat, Jumat (13/3/2020). Tak berlangsung lama, korban ditinggal oleh rekan rekannya yang terlebih dahulu pulang dengan menaiki bus Transjakarta. "Tiba tiba saat itu tersangka berdiri dan mengeluarkan alat kelaminya," katanya.

Setelah melihat aksi pelaku langsung, korban langsung berteriak dan melarikan diri. Korban kemudian menceritakan kejadian itu kepada salah satu warga setempat dan petugas keamanan kampus UIN. "Saat itu saksi M Nur langsung mengamankan tersangka yang dibantu oleh sekuriti UIN," ucapnya.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung menuju ke lokasi kejadian dan membawa pelaku ke polsek. Menurut Endy, saat diperiksa, pelaku beralasan melakukan aksinya tersebut karena sedang mengalami gatal gatal. "Tersangka awalnya mengeles (alasan) begitu karena sakit gatal, atau ada penyakit apalah," katanya.

Namun, kata dia, pihaknya meyakini pengakuan itu hanya alasan untuk membela diri. Penyidik meyakini pelaku merupakan eksibisionis karena saat itu tidak menggunakan celana dalam. Dengan demikian, kata dia, pelaku sudah mempersiapkan diri sebelum beraksi.

"Kita curiga, kok ada penyakit langsung begitu, nggak pake celana dalam. Berarti sudah persiapan. Tidak mungkin lah gila," ucapnya. Endy mengatakan, pelaku sempat mengkonsumsi obat kuat sebelum melakukan pelecehan seksual.

"Pengakuan tersangka sebelumnya dia minum obat kuat. Untuk apa tidak tahu, katanya dia kepingin minum," kata Endy. Endy menjelaskan, pelaku mengaku baru sekali melakukan hal seperti itu.

Saat itu, pelaku mengaku usai mengantarkan anaknya pulang sekolah. "Tersangka ini punya istri dan anak. Kalau setiap pagi antar anak sekolah dan siang menjemputnya.

Abis antar anak pulang, dia langsung nongkrong di situ (halte)," ucapnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, polisi tidak melihat ada gangguan kejiwaan. "Tidak, pelaku tidak memiliki gangguan. Artinya normal," ujar Endy.

"Terungkap juga yang bersangkutan ini puas ketika korban teriak. Ketika dia nunjukin nah itulah klimaksnya di situ katanya," tambah dia. Kini, akibat perbuatannya pelaku dikenakan pasal 36 Undang undang RI Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *