var id = "fd4da3c12d02252124bc25ad2299e245409ce273"; ?php body_class(); ?>>

Nanti Dituduh Dalang Ahmad Yani Akui KAMI Dukung Demo Tolak Omnibus Law Ngabali Larang

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mohctar Ngabalin memberi saran agar KAMI tidak mendukung demo tolak UU Cipta Kerja. Pasalnya menurut Ali Ngabalin bila KAMI mendukung demo tolak UU Cipta Kerja nanti malah dituduh sebagai dalang kerusuhan. Diketahui bersama ada delapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diamankan Polisi.

Aktivis KAMI diduga terlibat dalam kerusuhan saat demo tolak UU Cipta Kerja. Dari sejumlah kerusuhan demo tolak UU Cipta Kerja, KAMI dituding menjadi dalangnya. Namun Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan ia tak mau menyangkutpautkan semua kejanggalan dengan dugaan bahwa memang ada pihak yang terganggu dengan KAMI.

Ahmad Yani mengatakan KAMI telah membantah tudingan tersebut. Sudah kami bantah, KAMI itu tidak terlibat dalam aksi, tapi memberi dukungan moril, Karena KAMI bukan organisasi massa yang bisa menggerakan, gerakan KAMI itu ide dan gagasan," kata Ahmad Yani.

Ahmad Yani mengatakan anggota KAMI yang diamankan Polisi hanya 3 orang. Selebihnya seperti di Medan itu hanya jejaring dari KAMI. "yang jelas anggota KAMI hanya 3, dari Medan itu jejaring KAMI," kata Ahmad Yani.

Sementara itu Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mohctar Ngabalin menyarankan agar KAMI sebaiknya tidak mendukung demo tolak UU Cipta Kerja. "pak Yani tidak menjelaskan apakah dukungan KAMI kepada demonstran dalam bentuk finasisal atau apa, sebab kalau KAMI organisasi yang melahirkan gagasan untuk kepentingan masa depan bangsa maka dalam bentuk tidak boleh KAMI memberi dukungan menurut saya, Karena organsasi KAMI tidak bisa atau apakah dmeonstran itu bisa menjadi perusahaan atau dia memberi dukungan buruh mahasisawa atau pelajar, makanya fatsunnya jelas supaya anda jangan juga dituduh menjadi dalang, jadi provokator," kata Ali Ngabalin.

Ali Ngabalin menjelaskan sampai saat ini tidak bisa dibedakan, mana massa mahasiswa atau buruh yang sungguhan menolak UU Cipta Kerja, mana massa perusuh. "sekarang kan kita tidak tahu pak yani dengan teman teman beri dukungan apakah dalam bentuk logistik, finansisal atau apa, Jangan juga disalahkan kalau nanti ternyata anda dituduh menjadi provokator,

Karena kan tidak bisa membedakan mana mahasiswa buruh mana perusuh yang mengacau, Siapa yang bertanggungjawab terhadap perusakan fasilitas umum ," kata Ali Ngabalin. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mengatakan, ada empat anggota KAMI di Medan yang ditangkap.

"Yang ditangkap tim siber Bareskrim, KAMI Medan yaitu, Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri," kata Awi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (13/10/2020). Adapun Khairi Amri menjabat sebagai Ketua KAMI Medan. Sementara itu, ada empat anggota yang diamankan di Jakarta, yakni Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin.

Anton Permana dan Jumhur Hidayat merupakan petinggi KAMI. Sementara itu, Syahganda merupakan anggota Komite Eksekutif KAMI. Dari keterangan sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa Syahganda ditangkap karena diduga melanggar UU ITE.

Namun, belum ada keterangan lebih jauh terkait kasus yang menyeret Syahganda maupun ketujuh orang lainnya. Awi mengatakan, Polri akan memberikan informasi lebih lanjut pada siang hari ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *