Polisi Sebut Pengeroyokan Terhadap Remaja yang Pernah Retas Situs NASA Sebagai Kenakalan Biasa

Kapolsek Ciledug, Kompol Ali Yusron, memastikan pengeroyokan yang menimpa Putra Aji Adhari di Tangerang, Banten tidak terkait dengan keahliannya meretas situs situs dunia. Diketahui, Putra Aji Adhari sebelumnya sempat viral lantaran sempat meretas situs National Aeronautics and Space Administration (NASA) menggunakan komputer pribadinya di Tangerang. Putra Aji Adhari diduga menjadi korban pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam, Rabu (22/7/2020) hingga membuatnya terkapar hingga saat ini.

Kapolsek Ciledug, Kompol Ali Yusron menepis dugaan penyerangan didasari soal keahlian Putra yang bisa meretas situs apa pun. "Motifnya engga ada kaitan dengan retas retas itu, itu kan korban anak muda sama mereka anak muda kenakalan biasa," kata Ali saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2020). Ia mengaku kalau pihaknya sudah mengamankan satu dari beberapa pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap Putra.

Hingga saat ini Polsek Ciledug masih melakukan pendalaman terhadap tindakan bengis tersebut. "Kita sudah amankan satu (pelaku), masih digali dan dugaan masih anak anak yang suka tawuran itu," jelas Ali. Sebagai informasi, Putra kini harus menjalani perawatan medis secara intensif di sebuah rumah sakit khusus otak di kawasan Jakarta Timur.

Darso, ayah korban mengatakan, putranya saat ini belum dapat berbuat banyak seperti biasa. "Kondisinya sama persis kayak waktu di rawat di RS Sari Asih. Sekarang kan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Cawang. Masih belum bisa ngapa ngapain," kata Darso saat dihubungi. Ia pun berharap pihak Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Ciledug segera menangkap pelaku lain yang telah menganiaya anaknya.

"Saya sih berharap polisi bisa bekerja maksimal menangkap pelaku lainnya, apalagi pelaku pasti saling kenal," kata Darso. Putra Aji Adhari (16) dikeroyok oleh kelompok remaja tidak dikenal yang membuatnya kritis tidak berdaya di rumah sakit hingga kini. Menurut keluarganya, Putra Aji Adhari tidak kehilangan barang saat dikeroyok.

Hal itu diungkapkan Darso, ayah Putra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8/2020). Darso menduga anaknya menjadi korban salah sasaran penganiayaan. "Hanya pengeroyokan, enggak ada barang sama sekali mas Putra mah. Enggak ada yang diambil. Ibaratnya ya kena sasaranlah. Kurang tahu saya kejadian, enggak ada kabar kabar sih. Salah sasaran itu," ujar Darso.

Sementara, abangnya, Dandi Saseno, mengenal adiknya tidak memiliki masalah dengan orang lain. Namun ia tidak menutup kemungkinan jika ada pihak yang tidak menyenangi adiknya. Dandi mengatakan, selama di rumah, adiknya lebih sering berada di depan komputer.

Putra memang terkenal jenius di bidang komputerisasi, utamanya peretasan. Setahun lalu, bungsu dari empat bersaudara itu sempat viral lantaran meretas situs Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *