Polri Belum Terima Surat Pemberhentian, Bambang Widjojanto: Kompol Rossa Disingkirkan Ketua KPK

Kepolisian telah mengirim surat pembatalan penarikan Kompol Rossa Purbo Bekti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono. Surat pembatalan penarikan tersebut dikirim oleh Polri sebelum KPK mengembalikan Kompol Rossa.

"Kami kemarin dapat informasi bahwa Kompol Rossa dikembalikan oleh KPK ke Polri, Tapi kemarin Polri pernah memberikan surat pembatalan kepada KPK bahwa untuk Kompol Rossa tidak ditarik," ujar Argo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020), dikutip dari . Menurutnya, pihak KPK juga belum mengirim surat pemberhentian Kompol Rossa kepada Polri.

"Artinya bahwa sampai saat ini kita juga belum terima surat dari KPK," jelas Argo. Sehingga, ia menegaskan, Polri tidak menarik Kompol Rossa. "Intinya bahwa Kompol Rossa sampai bulan September 2020 untuk penugasannya di KPK. Kami dari kepolisian tidak menarik," ungkapnya.

Mengenai kabar yang menyebut Kompol Rossa tidak menerima gaji dari KPK saat ini, Argo tidak mengetahuinya. Senada dengan Argo Yuwono, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo mengatakan, Kompol Rossa Purbo tidak pernah mendapatkan surat pemberhentian dari pimpinan KPK. "Mas Rossa itu tidak pernah mendapatkan pemberitahuan kapan tepatnya diberhentikan dari KPK," ujar Yudi, dikutip dari , Rabu (5/2/2020).

Yudi menyebut, Kompol Rossa juga tidak pernah mendapatkan penjelasan secara resmi dari pimpinan KPK. "Apa alasan jelasnya, karena tidak pernah ada pelanggaran disiplin atau sanksi etik yang dilakukan dirinya," jelasnya. Sehingga, Yudi mempertanyakan pernyataan dari Ketua KPK Firli Bahuri soal surat pemberhentian yang sudah diteken Kompol Rossa.

Menurutnya, tidak semestinya Kompol Rossa dikembalikan ke Polri. Ia menyebut, Kompol Rossa adalah penyidik yang memiliki kinerja baik. Salah satu catatan baik Kompol Rossa adalah berkontribusi melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Kami menyayangkan pengembalian sepihak dan tiba tiba ini. Karena seharusnya Mas Rossa diberikan penghargaan atas prestasinya mengungkap kasus korupsi, seperti OTT KPU kemarin," imbuh Yudi. Sementara itu, mantan Komisioner KPK, Bambang Widjojanto menilai, Kompol Rossa sengaja disingkirkan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri. "Rossa Purbo Bekti yang kerap dipanggil Rossa, disingkirkan Ketua KPK, bukan sekadar dipulangkan," ujar Bambang, dikutip dari , Kamis (6/2/2020).

"Fakta ini punya indikasi dan potensial disebut sebagai skandal, bukan sekedar urusan pemulangan seorang penyidik KPK," jelasnya. Sehingga, Bambang menduga ada konflik kepentingan dalam pengembalian Kompol Rossa ke Polri. "Dugaan skandal itu menjadi tak terbantahkan jika pernyataan Wadah Pegawai adalah benar, Rossa sengaja disingkirkan," tambah Bambang Widjojanto.

Menurutnya, pengembalian tersebut menjadi pertanyaan setelah Polri menegaskan tidak mempunyai kepentingan dalam menarik Kompol Rossa dari KPK. Sebab, Firli Bahuri yang memutuskan Kompol Rossa dikembalikan ke Polri meski masa tugasnya di KPK masih lama. "Hal ini dapat diduga sebagai upaya sengaja untuk mengambinghitamkan pimpinan kepolisian atas kepentingan sepihak Ketua KPK saja dalam kisruh pemulangan penyidik KPK," imbuh Bambang Widjojanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *