var id = "fd4da3c12d02252124bc25ad2299e245409ce273"; ?php body_class(); ?>>

Samsul Malah Perkosa Ibu Muda & Bunuh Bocah Kelas 2 SD Bebas dari Vonis Seumur Hidup

Seakan tak kapok pernah menerima vonis hukuman seumur hidup, Samsul Bahri (41) kembali melakukan aksi kriminal. Residivis kasus pembunuhan itu bertanggung jawab atas pemerkosaan terhadap DN (28), dan pembunuhan anak korbannya yakni RG (9) asal Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, pada sabtu (10/10/2020) lalu. Samsul sendiri baru beberapa bulan bebas seusai mengikuti program asimilasi Covid 19 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), setelah menjalani masa hukuman 15 tahun sejak tahun 2005.

Dikutip dari Serambinews.com, Selasa (13/10/2020), tersangka kala itu ditahan di LP Pekanbaru, Provinsi Riau. Fakta itu terungkap saat Polres Langsa menggelar konferensi pers, Selasa (13/10/2020). Samsul pertama kali ditahan karena membunuh orang di Riau, bahkan tersangka sempat menerima vonis seumur hidup.

"Keterangan orang tua tersangka, tersangka pernah melakukan kasus pembunuhan sekitar tahun 2005 silam di Riau, ia divonis seumur hidup," ujar Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief S Wibowo. Pembunuhan pertama saat tersangka sempat merantau ke Pekanbaru pada tahun 2005. Pada suatu malam, Samsul terlibat perkelahian dengan seorang pria di sebuah tempat hiburan malam.

Perkelahian tersebut berakhir dengan Samsul menikam lawannya hingga tewas. Setelah beberapa tahun ditahan di LP Pekanbaru, Samsul dipindahkan ke LP Tanjung Gusta Medan. Berdasarkan penjelasan petugas LP Tanjung Gusta, Samsul mendapat program asimilasi dan bebas pada 4 April 2020 lalu.

"Awal nya dari lapas pekan baru di vonis seumur hidup, dapat grasi menjadi 20 tahun dan dia dikirim ke Lapas 1 Medan tanggal 20 Januari 2019 dan bebas tanggal 4 bulan April tahun 2020," jelas petugas pengaduan LP Kelas 1 Medan via hubungan WhatsApp . Kepada pihak kepolisian, Samsul mengaku dirinya memang sudah punya niat memerkosa DN. Dikutip dari Serambinews.com , Senin (12/10/2020), akibat aksi kriminalnya, Samsul kini terancam hukuman mati.

Pasal pasal yang dikenakan terhadap Samsul di antaranya adalah, Pasal 338 jo Pasal 340 jo Pasal 285 jo Pasal 351 ayat 2 KUHPidana. Kemudian Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Kekerasan dan Penganiyaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. "Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu, ancaman pidana adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup," jelas Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo ketika dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (12/10/2020).

Tersangka mengaku, dirinya sudah membawa parang sebelum berangkat ke rumah korban. "Untuk motif kasus ini, tersangka Samsul Bahri ingin memperkosa ibu korban, namun tersangka dari awal telah membawa sebilah parang bersamanya," ujar Iptu Arief. Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan itu sendiri terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (10/10/2020) menjelang Subuh.

Dikutip dari Serambinews.com , Sabtu (10/10/2020), saat kejadian terjadi, suami korban sekaligus ayah RG sedang tidak berada di rumah. Peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan itu juga baru terungkap setelah DN melapor. Diketahui, rumah yang ditinggali oleh DN dan keluarganya berada lumayan jauh dari rumah penduduk lainnya.

Berlokasi di antara perkebunan kelapa sawit milik warga, tidak ada yang mengetahui ketika DN dan anaknya mengalami kejadian mengenaskan tersebut. Suami korban sendiri saat itu sedang pergi mencari ikan dan udang di sungai. Sosok pelaku ternyata masih dikenali oleh warga setempat.

Pria berinisial S tersebut merupakan warga setempat berstatus lajang dan pengangguran. Sang ibu mengaku anaknya dibunuh oleh pelaku, lalu jasadnya dibawa kabur. Dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/10/2020), ketika pelaku hendak memerkosa korban, terjadi penolakan oleh DN sehingga sempat ada perkelahian antara korban dan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmono mengatakan, pelaku lalu membacok tangan DN. Anak DN yakni RG yang tadinya sedang tertidur, kemudian terbangun dan pergi untuk membantu ibunya melawan pelaku. Karena diganggu oleh RG, pelaku akhirnya membacok bocah yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD) tersebut.

DN menyaksikan saat anaknya itu dibunuh oleh pelaku. “Setelah membacok korban, pelaku langsung lari. Bahkan membawa anak korban,” kata Iptu Arief saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu. Dietahui pencarian jasad RG dilakukan mulai dari darat, hingga sungai, disisir demi mencari jejak pelaku dan korban.

"Kita membawa 1 rubber boat dan 2 regu atau 14 personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops," ujar Plt Kalak BPBD Kota Langsa, Riza Pati kepada Serambinews.com , Sabtu (10/10/2020). "Kita mencari korban di sungai Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun ini." Berdasarkan keterangan warga setempat, korban dan keluarganya baru sekira satu tahun menempati rumah di TKP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *