Samurai yang Disegani Banyak Orang Legenda Ninja Jepang Hattori Hanzo

Hattori Hanzo Masanari (1542 2 Januari 1997), biasa dipanggil Hattori Hanzo adalah legenda Ninja Jepang yang juga samurai kelas tinggi. Namun, jika kita pelajari sejarah Hattori Hanzo, ada 12 generasi yang semuanya dipanggil nama depannya Hattori Hanzo. Lalu siapakan yang dimaksud ninja hebat itu?

Budaya Jepang memungkinkan orang Jepang menggunakan beberapa nama. Sementara nama asli biasanya disembunyikan. Bisa pakai nama julukan di daerahnya, nama samurai, nama pemberian kehormatan dan sebagainya. Hattori Hanzo yang terkenal justru generasi kedua, Masanari, putranya Hattori Hanzo Yasunaga.

Karena kehebatan generasi kedua inilah, semua generasi sampai ke generasi ke 12 menggunakan nama beken Hattori Hanzo, lalu nama ketiganya beraneka ragam. Nama ketiganya mulai Masatsugu, Masashige, Masayoshi, Masakatsu dan sebagainya. Sedangkan dua nama depannya sama semua, Hattori Hanzo. Itulah sebabnya banyak orang bingung mengapa banyak Hattori Hanzo.

Lalu samurai yang terkenal, ninja yang punya legenda hebat yang mana? Yang generasi kedua, Masanari, putra pertama dari Hattori Yasunaga, samurai yang terkenal. Masanari bekerja sebagai pengawal Raja Tokugawa Ieyasu, kesetiaan dan keahliannya tidak diragukan lagi, bahkan dia mengaku bahwa hidup dan matinya ada di tangan tuannya. Lahir sebagai pengikut klan Matsudaira (lalu mengabdi kepada Tokugawa), Masanari mendapat gelar Oni Hanzō (On berarti iblis atau jahat, hanya julukan atas kehebatannya) karena taktiknya yang tak mempunyai rasa takut di medan perang.

Gelarnya membedakan dia dari pengawal Tokugawa lain bernama Watanabe Hanzō, yang dipanggil Yari Hanzō (yari berarti Tombak). Lahir di Mikawa, Iga, kini Perfektur Mie, Masanari sering pulang ke Iga, tempat tinggal keluarga Hattori. Dia adalah samurai yang ahli dengan segala macam senjata dan penyusun taktik yang hebat.

Melakukan pertempuran pertamanya di Anegawa dan Mikatagahara pada umur 16 tahun, tetapi dia baru mulai dikenal sejak Raja Oda Nobunaga tewas pada tahun 1582. Masanori meninggal di usia 55 tahun karena gejala alami. Tetapi, ada cerita yang mengatakan bahwa ninja saingannya, Kotarō Fūma, membunuhnya dalam sebuah pertempuran.

Atau mungkin saja sebelumnya diracuni lalu dituliskan sebagai sakit, karena tidak sedikit pemimpin Jepang di masa lalu yang meninggal karena diracuni sebagai bagian dari persaingan kekuatan (politik). Sampai hari ini, peninggalan Hanzō Masanari yang masih ada adalah Gerbang Hanzō, yang terdapat di Istana Kōkyo (istana kekaisaran Jepang di Tokyo) dan jalan Hanzomon, kereta Hanzomon dan daerah Hanzomon di Tokyo. Makam Hanzō terdapat di kuil pemakaman Sainen ji, Wakaba, Shinjuku, Tokyo. Di kuil itu juga terdapat tombak kesukaan Hanzō dan helm seremoninya.

Masanori juga sering dijuluki sebagai Ninja Master Hanzo dan sempat memiliki sedikitnya 200 ninja di bawah perintahnya. Hattori bertugas selama pengepungan Odawara dan dianugerahi 8.000 koku (1 koku = 180 liter/beras). Pada saat Ieyasu memasuki Kanto, ia dianugerahi lagi (tambahan) 8.000 koku dan memiliki 30 yoriki (samurai pembantu) dan 200 pejabat publik untuk jasanya.

Tokugawa Ieyasu dituliskan dalam buku sejarah juga mulai mempekerjakan lebih banyak ninja Iga dengan Hanzo sebagai pemimpin mereka. Hanzo dikenal sebagai ahli taktik dan ahli pedang dan hidup beberapa tahun terakhir dalam hidupnya sebagai seorang biarawan dengan nama "Sainen" dan membangun Kuil Sainenji di Shinjuku tersebut tempat peristirahatannya yang terakhir. Hattori Hanzo yang lainnya sampai dengan generasi ke 12 tidaklah sepopuler seperti Masanari tersebut.

Umumnya Hattori Hanzo yang lain (di luar Masanari) tidak memiliki kemampuan yang hebat seperti Masanari, baik sebagai samurai, maupun penguasaan ilmu magis yang sudah tinggi sebagai ninja dan atau samurai tingkat tinggi yang sangat pintar dalam banyak hal. Belum lagi tingkat komunikasi, negosiasi, yang juga sangat profesional dimiliki Masanari. Sementara itu Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, akan terbit akhir Agustus 2020, silakan tanyakan ke: [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *