var id = "fd4da3c12d02252124bc25ad2299e245409ce273"; ?php body_class(); ?>>

Segera Login sscn.bkn.go.id & Download Pengumumannya di Sini Pengumuman Hasil Akhir CPNS 2019 BKN

Pengumuman hasil seleksi akhir CPNS 2019 Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun anggaran 2020 dapat di download di akhir artikel ini. Hasil seleksi CPNS BKN 2019 diumumkan melalui pemngumuman nomor 16/PANPEL.BKN/CPNS/X/2020. Selain melalui laman resmi , pengumuman hasil seleksi CPNS 2019 juga dapat dilihat dengan login sscn.bkn.go.id.

Setelah login, nantinya akan muncul keterangan lulus atau tidak. Peserta dinyatakan LULUS, maka akan muncul dropdown list untuk memilih apakah Peserta ingin melanjutkan ke pengisian DRH dan pemberkasan atau ingin mengundurkan diri. Sementara bagi peserta yang TIDAK LULUS akan muncul tombol 'Ajukan Sanggah'.

Berikut link download pengumuman hasil akhir seleksi CPNS 2019 Badan Kepegawaian Negara TA 2020 yang dikutip dari bkn.go.id: Diwartakan sebelumnya, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menjelaskan, bagi peserta yang dinyatakan tidak lulus dapat mengajukan dengan mengunggah bukti sanggahan ke portal SSCN. "Sanggahan hanya bisa dilakukan satu kali, dengan masa sanggah selama 3 (hari) setelah pengumuman hasil akhir seleksi CPNS."

"Terhadap sanggahan tersebut, instansi diberikan kesempatan menjawab sanggahan peserta dalam kurun waktu 4 (empat) hari sejak pengumuman diterbitkan," imbuh Paryono. 1. Login sscn.bkn.go.id dengan akun masing masing. 2. Peserta dinyatakan TIDAK LULUS, akan muncul tombol 'Ajukan Sanggah'.

3. Di bawah tombol tersebut terdapat tanggal akhir sanggah. 4. jika sudah melewati batas waktu sanggah, maka tombol 'Ajukan Sanggah' akan otomatis hilang dan Peserta tidak dapat lagi melakukan sanggahan. 5. Setelah klik tombol 'Ajukan Sanggah', akan muncul kolom sanggah.

6. Isi 'Perihal Sanggah' dan 'Alasan Sanggah'. 7. Ada juga kolom unggahan 'Bukti Sanggah'. 8. Jika Peserta memilih Perihal Sanggah mengenai 'Sertifikat Pendidik' dan 'Nilai SKB CAT', silahkan langsung diisi Alasan Sanggah dan Bukti Sanggahannya.

9. Tetapi jika Peserta memilih Perihal Sanggah mengenai Nilai SKB Non CAT (jika ada), maka akan muncul pilihan Metode SKB mana yang ingin disanggah. 10. Kolom Metode SKB hanya akan muncul jika Instansi Peserta mengadakan tes SKB selain dengan metode CAT. 11. Setelah selesai mengisi kolom sanggahan, silahkan klik tombol 'Akhiri Proses Sanggah'.

12. Akan muncul kolom peringatan, data data yang diinputkan dikolom sanggah sudah tidak dapat diubah kembali setelah Peserta mengklik 'Iya' pada kotak peringatan. 13. Peserta yang sudah pernah melakukan sanggahan tidak dapat melakukan sanggahan Kembali. 14. Silahkan menunggu jawaban dari sanggahan tersebut yang akan dijawab oleh Instansi yang dilamar oleh Peserta.

Sementara bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi, berikut cara pemberkasannya. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS Formasi Tahun 2019 nantinya akan diminta untuk melakukan pemberkasan secara digital. Paryono menjelaskan, pemberkasan dilakukan melalui link

Peserta nantinya login menggunakan akun yang telah didaftarkan, kemudian mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan mengunggahnya bersama dokumen lain yang diminta dalam proses pemberkasan. Berikut kelengkapan dokumen pemberkasan yang harus diunggah dan akan digunakan sebagai dasar pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP) berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS: 1. Pas foto terbaru berpakaian formal dengan latar belakang berwarna merah.

2. Ijazah asli untuk lulusan dalam negeri /ijazah penyetaraan Dikti untuk lulusan luar negeri. 3. Transkrip asli. 4. Surat pernyataan 5 poin (lihat Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018).

5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku saat pemberkasan. 6. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan. 7. Surat keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkoba, psikotropika, serta zat zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan Pemerintah.

8. Bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki masa kerja). 9. DRH yang sudah ditandatangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *