Home » Kesehatan » Seperti Apa Denyut Nadi yang Normal?

Seperti Apa Denyut Nadi yang Normal?

Denyut nadi yang normal harus sesuai dengan standar kesehatan pada setiap usianya. Masing-masing umur memiliki kadar jumlah detak berbeda-beda. Untuk itu Anda harus dapat mengontrolnya agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Lalu seperti apa denyut nadi yang normal?

Seperti Apa Denyut Nadi yang Normal? Berikut Faktornya

Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi denyut nadi seseorang. Semuanya membawa pengaruh besar di dalamnya. Sehingga harus diperhatikan apa-apa saja yang dapat mengontrolnya. Berikut adalah ulasannya:

  1. Usia

Usia sangat mempengaruhi jumlah detak jantung seseorang. Pada umunya, denyut nadi seorang anak kecil akan lebih tinggi dibanding dengan orang dewasa. Sebaliknya, lansia memiliki detakan yang lebih rendah daripada usia lainnya.

Tetapi, terkadang ada beberapa usia memiliki kelainan detak jantung. Sehingga, harus ada penanganan khusus pada orang seperti ini. Karena terdapat hal-hal dalam tubuhnya yang memberikan dampak kurang mengenakkan ini pada orang tersebut.

  1. Suhu Udara dan Posisi Tubuh

Selanjutnya yakni suhu dan kelembaban tubuh. Ketika dalam keadaan tinggi, maka jantung akan lebih bekerja untuk melakukan pemompaan darah lebih banyak ke tubuh Anda. Sehingga, mengakibatkan denyut nadi meningkat sebanyak 5-10 kali dalam satu menit.

Ketika dalam posisi tidur, berdiri atau duduk seseorang akan mengalami perubahan pada denyut nadi masing-masing. Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan letak yang benar dan tepat. Hal ini untuk menghindari resiko dan dampak negatif darinya.

  1. Ukuran Tubuh

Ukuran tubuh seseorang memang sangat membawa pengaruh besar dalam hal detak jantungnya. Untuk orang gemuk biasanya akan memiliki frekuensi lebih cepat. Sedangkan badan kurus, akan cenderung lebih lambat.

Oleh karenanya, Anda harus bisa melakukan kontrol terhadap berat badan. Usahakan agar tetap ideal, sebab hal ini sangat berpengaruh pada kondisi jantung dan denyutnya. Dengan begitu dapat meminimalisir jumlah debar yang terlalu cepat dan tinggi atau sebaliknya.

  1. Efek Samping Obat Tertentu

Obat-obatan tertentu memiliki efek samping dan kegunaan untuk menurunkan atau menambah detak jantung seseorang. Semua itu tentu memiliki khasiatnya masing-masing. Diperlukan pemakaian yang bijak di dalamnya.

Supaya dapat diperoleh hasil yang diinginkan. Beberapa orang dengan kelainan detak jantung, tentu membutuhkan obat-obatan khusus untuk mengontrolnya. Oleh sebab itu, penting untuk menyediakannya secara pribadi bagi mereka yang membutuhkan.

Kondisi Detak Jantung Tidak Normal

Terdapat 3 kondisi detak jantuk tidak normal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama. Supaya dapat melakukan control dengan sebaik-baiknya. Berikut uraiannya.

  1. Detak Jantung Terlalu Cepat

Detak jantung normal bagi orang dewasa umumnya adalah 100 kali per menitnya. Dapat dikatakan lebih cepat, bila melebihi batas tersebut. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi jumlah denyutnya, yakni seperti usia, demam dan kondisi kesehatan lainnya atau juga aktivitas berat.

Untuk dapat memulihkan detak jantung seperti semula, Anda harus istirahat cukup dan memperbanyak mengonsumsi makanan yang bergizi. Saat denyut jantung mencapai 150 kali per menitnya, maka hal ini sudah tergolong dalam hal gawat darurat.

  1. Detak Jantung Terlalu Lambat

Batas bawah untuk detak jantung normal orang dewasa yakni 60 kali pada setiap menitnya. Ketika sudah kurang dari angka tersebut, maka sudah pasti denyut orang itu bekerja sangat lambat. Hal ini tentu membutuhkan pertolongan medis.

Tetapi, untuk orang dengan aktivitas fisik yang tinggi, seperti atlet atau sejenisnya. Denyut jantung 60 kali per menit masih dapat dikategorikan sebagai detak normal. Karena orang-orang seperti itu melakukan kegiatan olah tubuh kuat dan melelahkan tentunya.

  1. Detak Jantung Tidak Teratur

Ketidakteraturan detak jantung yang dimaksud yakni kerjanya yang lebih berat. Apalagi jika dibandingkan dengan jantung normal pada umumnya. Hal ini tentu mengakibatkan kerja organ tubuh penderitanya menjadi terhambat dan tidak maksimal.

Biasanya kondisi ini bisa terjadi disertai dengan detak jantung  penderita yang terlalu cepat atau lambat dari umumnya. Namun, terkadang juga masih dalam batas normal. Tetapi, ketika kondisi detak jantung tidak sesuai batas wajar, tentu memerlukan bantuan medis untuk mengatasinya.

Dengan beberapa penjelasan di atas, diharapkan mampu menjawab pertanyaan Anda terkait seperti apa denyut nadi yang normal.

About

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *